Tinggalkan komentar

Dash Berlin

Setelah lama vakum di dunia Blogging karena saya sibuk mengikuti UN dan mencari – cari universitas yang sesuai dengan minat dan bakat saya, dan setelah saya lulus UN dan diterima di Universitas Udayana melalui jalur undangan akhirnya saya bisa menulis untuk blog saya lagi. okay, check this out

Di antara anda pasti ada yang suka mendengarkan lagu-lagu yang bergenre progressive trance yang bisa membuat anda merasa melayang saat mendengarkannya. Salah satu yang saya rekomendasikan untuk anda dengarkan adalah Dash Berlin

Dash Berlin a.k.a DJ Jeffrey Sutorius

Dash Berlin a.k.a DJ Jeffrey Sutorius

Biodata singkat:

Dash Berlin merupakan sebuah proyek yang bergenre Progressive-Trance yang lahir pada tahun 2007 oleh seorang DJ yang bernama Jeffrey Sutorius a.k.a Dash Berlin(8 November 1979), Eelke Kalberg, dan Sebastian Molkin. Orang terdepan dalam grup ini adalah DJ Jeffrey Sutorius yang memiliki nama lain Dash Berlin. Dengan bernaung di bawah label Armada Music, Aropa Records, Dash Berlin terus menelurkan karya – karyanya hingga sekarang. Continue Reading »

Iklan
Tinggalkan komentar

Sejarah Pura Mutering Jagat Dalem Sidakarya

            Dalam buku Babad Sidakarya karangan I Nyoman Kantun, S.H. MM dan Drs. I Ketut Yadnya terbitan PT Upada Sastra pada tahun 2003, diceritakan karena Brahmana Keling tidak dianggap lagi sebagai saudara oleh Dalem Waturenggong, bahkan Brahmana Keling diusir dengan cara yang hina, maka dikutuklah Kerajaan Gelgel yang akan melakukan upacara Eka Dasa Rudra di Besakih. Kutukan itu berbunyi  “wastu tata astu karya yang dilaksanakan di pura Besakih ini tan Sidakarya (tidak sukses), bunga kekeringan, rakyat kegeringan (diserang wabah penyakit), sarwa gumatat gumitit (binatang kecil/hama) membuat kehancuran (ngerebeda) di seluruh jagat (bumi) Bali.” Dan apa yang dikatakan oleh Brahmana Keling menjadi kenyataan hingga dalam suatu pertapaan yang dilakukan oleh Dalem Waturenggong, beliau mendapat pawisik yang mengatakan bahwa hanya Brahmana Keling saja yang dapat mengembalikan keadaan seperti semula, lalu Brahmana Keling dijemput oleh rombongan dari kerajaan Gelgel dan Brahmana Keling bersedia untuk menghadap Dalem Waturenggong di kerajaan Gelgel. Ternyata setibanya Brahmana Keling di Kerajaan Gelgel, beliau dapat mengembalikan keadaan seperti sedia kala, menjadi aman dan tentram. Sehingga beliau dianugrahi gelar Dalem Sidakarya. Continue Reading »

Tinggalkan komentar

Sejarah Topeng Sidakarya (bag.6)

Dalam buku Babad Sidakarya karangan I Nyoman Kantun, S.H. MM dan Drs. I Ketut Yadnya terbitan PT Upada Sastra pada tahun 2003, diceritakan karena Brahmana Keling tidak dianggap lagi sebagai saudara oleh Dalem Waturenggong, bahkan Brahmana Keling diusir dengan cara yang hina, maka dikutuklah Kerajaan Gelgel yang akan melakukan upacara Eka Dasa Rudra di Besakih. Kutukan itu berbunyi  “wastu tata astu karya yang dilaksanakan di pura Besakih ini tan Sidakarya (tidak sukses), bunga kekeringan, rakyat kegeringan (diserang wabah penyakit), sarwa gumatat gumitit (binatang kecil/hama) membuat kehancuran (ngerebeda) di seluruh jagat (bumi) Bali.” Dan apa yang dikatakan oleh Brahmana Keling menjadi kenyataan hingga dalam suatu pertapaan yang dilakukan oleh Dalem Waturenggong, beliau mendapat pawisik yang mengatakan bahwa hanya Brahmana Keling saja yang dapat mengembalikan keadaan seperti semula, lalu Brahmana Keling dijemput oleh rombongan dari kerajaan Gelgel dan Brahmana Keling bersedia untuk menghadap Dalem Waturenggong di kerajaan Gelgel. Ternyata setibanya Brahmana Keling di Kerajaan Gelgel, beliau dapat mengembalikan keadaan seperti sedia kala, menjadi aman dan tentram. Sehingga beliau dianugrahi gelar Dalem Sidakarya. Continue Reading »

Tinggalkan komentar

Sejarah Topeng Sidakarya (bag.5)

Dalam buku Babad Sidakarya karangan I Nyoman Kantun, S.H. MM dan Drs. I Ketut Yadnya terbitan PT Upada Sastra pada tahun 2003, diceritakan karena Brahmana Keling tidak dianggap lagi sebagai saudara oleh Dalem Waturenggong, bahkan Brahmana Keling diusir dengan cara yang hina, maka dikutuklah Kerajaan Gelgel yang akan melakukan upacara Eka Dasa Rudra di Besakih. Kutukan itu berbunyi  “wastu tata astu karya yang dilaksanakan di pura Besakih ini tan Sidakarya (tidak sukses), bunga kekeringan, rakyat kegeringan (diserang wabah penyakit), sarwa gumatat gumitit (binatang kecil/hama) membuat kehancuran (ngerebeda) di seluruh jagat (bumi) Bali.” Dan apa yang dikatakan oleh Brahmana Keling menjadi kenyataan hingga dalam suatu pertapaan yang dilakukan oleh Dalem Waturenggong, beliau mendapat pawisik yang mengatakan bahwa hanya Brahmana Keling saja yang dapat mengembalikan keadaan seperti semula, lalu Brahmana Keling dijemput oleh rombongan dari kerajaan Gelgel dan Brahmana Keling bersedia untuk menghadap Dalem Waturenggong di kerajaan Gelgel. Ternyata setibanya Brahmana Keling di Kerajaan Gelgel, beliau dapat mengembalikan keadaan seperti sedia kala, menjadi aman dan tentram.

Penganugrahan Gelar Dalem Sidakarya Continue Reading »

2 Komentar

Sejarah Topeng Sidakarya (bag.4)

Dalam buku Babad Sidakarya karangan I Nyoman Kantun, S.H. MM dan Drs. I Ketut Yadnya terbitan PT Upada Sastra pada tahun 2003, diceritakan karena Brahmana Keling tidak dianggap lagi sebagai saudara oleh Dalem Waturenggong, bahkan Brahmana Keling diusir dengan cara yang hina, maka dikutuklah Kerajaan Gelgel yang akan melakukan upacara Eka Dasa Rudra di Besakih. Kutukan itu berbunyi  “wastu tata astu karya yang dilaksanakan di pura Besakih ini tan Sidakarya (tidak sukses), bunga kekeringan, rakyat kegeringan (diserang wabah penyakit), sarwa gumatat gumitit (binatang kecil/hama) membuat kehancuran (ngerebeda) di seluruh jagat (bumi) Bali.” Dan apa yang dikatakan oleh Brahmana Keling menjadi kenyataan hingga dalam suatu pertapaan yang dilakukan oleh Dalem Waturenggong, beliau mendapat pawisik yang mengatakan bahwa hanya Brahmana Keling saja yang dapat mengembalikan keadaan seperti semula, lalu Brahmana Keling dijemput oleh rombongan dari kerajaan Gelgel dan Brahmana Keling bersedia untuk menghadap Dalem Waturenggong di kerajaan Gelgel.

Pengembalian kutukan Brahmana Keling Continue Reading »

Tinggalkan komentar

Sejarah Topeng Sidakarya (bag.3)

Perjalanan – Perjalanan Brahmana Keling

Dalam buku Babad Sidakarya karangan I Nyoman Kantun, S.H. MM dan Drs. I Ketut Yadnya terbitan PT Upada Sastra pada tahun 2003, diceritakan bahwa Brahmana Keling melakukan perjalanan ke Madura, Bali, dan terakhir menuju Badanda Negara atau Sidakarya sekarang. Berikut ini adalah riwayat perjalanan beliau.

c. Perjalanan Brahmana Keling ke Badanda Negara(Sidakarya sekarang) Continue Reading »

Tinggalkan komentar

Sejarah Topeng Sidakarya (bag.2)

Perjalanan – Perjalanan Brahmana Keling

Dalam buku Babad Sidakarya karangan I Nyoman Kantun, S.H. MM dan Drs. I Ketut Yadnya terbitan PT Upada Sastra pada tahun 2003, diceritakan bahwa Brahmana Keling melakukan perjalanan ke Madura, Bali, dan terakhir menuju Badanda Negara atau Sidakarya sekarang. Berikut ini adalah riwayat perjalanan beliau.

b. Perjalanan Brahmana Keling ke Bali Continue Reading »